Info Sehat: Kebiasaan Keluarga Sehat

Kebiasaan Keluarga Sehat

1. Jangan biarkan rasa lapar mendera

Agar bobot tetap ideal, Anda tetap harus makan dan bukan memaksa diri agar kelaparan, mengosongkan perut hingga rasa lapar bercokol dapat membuat hormon ghrelin, si penimbul rasa lapar, melonjak drastic

2. Membiasakan sarapan dan makan siang

Agar sehat, seluruh anggota keluarga harus terbiasa sarapan dan makan siang. Menu yang dipilih juga harus sehat. Untuk memulai hari dengan semangkuk oatmeal yang dilengkapi dengan susu, kacang-kacangan, atau kismis / buah segar sebagai pemanis. Untuk makan siang, sup sayuran, daging, atau roti gandum utuh yang dilengkapi dengan ikan tuna.

3. Rutin berolahraga 20 menit per hari di rumah

Rasa jemu akan muncul ketika membayangkan berolahraga selama satu jam, tetapi tidak demikian dengan 20 menit. Faktanya, ketika diminta untuk berolahraga selama 20 menit, mayoritas orang akan menikmatinya dan justru melakukannya lebih dari 20 menit. Ragam olahraga yang bisa dilakukan di rumah misalnya bermain lompat tali, sit up dan push up secara bergantian, mempelajari senam dari video, atau berjalan-jalan di lingkungan sekitar.

4. Menjadi orangtua yang bijak saat berbelanja

Mungkin akan sulit bagi para orangtua, tetapi keputusan perihal apa yang akan disantap keluarga harus dibuat saat berbelanja. Jika orangtua membelikan keripik atau kue manis, secara alami anak-anak akan berebut memintanya. Lain halnya jika coklat maupun keripik memang tidak dibeli sejak awal, anak-anak tak akan merindukan camilan-camilan tersebut. Sedikit saran para orangtua untuk mengganti keripik atau kue manis dengan kacang-kacangan, buah, atau sayuran.

5. Makan malam bersama setiap malam

Studi menunjukkan bahwa jika orangtua ingin anak menghargai betapa berharganya tubuh dan kesehatan mereka, orangtua tak bisa menanamkannya hanya dengan sekali duduk. Ritual sederhana seperti makan malam bersama justru lebih ampuh. Pasalnya makan malam bersama dapat membentuk kebiasaan makan anak sekaligus membuatnya bersikap lebih terbuka pada orangtua.
"Saat keluarga makan bersama, akan tercipta keharmonisan emosional yang menurut saya sangat krusial untuk kesehatan jangka panjang,"   (sumber:www.health.detik.com)