Tips mengontrol dan mengembangkan hobi anak

Tips mengontrol dan mengembangkan hobi anak

10 November 2015

 

  • Membatasi tontonan yang dilihat anak

Tanyakan satu atau dua acara yang paling mereka sukai, kemudian batasi waktu menonton televisi dengan hanya memperbolehkan menonton acara favorit tadi saja.

  • Mengarahkan pada kegiatan outdoor

Anak akan jauh lebih sehat dan aktif jika melakukan kegiatan di luar sehingga mereka lebih sehat. Biarkan anak pergi ke luar bersama teman-teman mereka untuk bermain sepak bola, basket, kejar-kejaran, atau futsal. Apa pun permainan yang mereka mainkan, itu akan jauh lebih sehat daripada hanya bediam diri di rumah.

  • Menemukan hal menarik lain

Dalam hal ini orangtua harus aktif mencari tahu apa yang diminati anak. Biarkan mereka mencoba-coba berbagai kegiatan dan menemukan mana yang disukai, misalnya memasak, menari balet, membuat kerajinan tangan, bermain basket, atau menggambar.

  • Mendukung hobi anak

Tenggelam dalam hobi adalah salah satu cara terbaik untuk tetap sibuk dan bergerak sehingga terhindar dari hal yang tidak di inginkan. Dukung anak untuk terlibat dalam kegemaran yang membutuhkan waktu, konsentrasi, dan usaha. Asyik dengan hobi dapat membuat anak aktif dan cerdas dalam menjalani kegiatan sehari - hari.

  • Mengubah pola asuh

Jangan pernah mengandalkan televisi sebagai alat bantu dalam mengasuh anak . Karena perubahan untuk kebaikan anak dimulai dari orangtua. Jika memang memungkinkan usahakan mendampingi anak di setiap kegiatannya, beri perhatian dan kasih sayang agar anak dapat lebih percaya diri dan mampu menghadapi semua aktivitas hariannya.(sumber: www. health.detik.com)    

 

  • Ajarkan anak untuk melihat proses dari hasil karyanya
  • Sedikan ruang untuk memajang hasil karya anak
  • Sedikan ruang dan sarana untuk menunjang hobi mereka
  • Jadilah model yang baik dalam menekuni hobinya
  • Sediakan waktu bersama anak
  • Tunjukkan orang-orang yang berhasil yang berangkat dari hobinya
  • Asyik, tapi jangan lupa waktu
  • Hendaklah di sadari bahwa anak adalah titipan dari sang pencipta yang tidak ternilai harganya. Hatinya bagaikan lembaran kertas putih bersih yang akan menerima  apapun warnanya. Ia akan bersimpati terhadap apa saja yang di ajarkan kepadanya (sumber: www. binham.wordpress.com )
Follow & Share :

INFO LAINNYA