Sebagai salah satu sumber energi utama bagi tubuh, gula merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia, karena hampir seluruh makanan atau minuman yang kita konsumsi mengandung gula. Namun perlu diingat kembali konsumsi gula berlebih dapat mengakibatkan resistensi insulin, yaitu tidak mampunya tubuh menjalankan tugasnya dalam metabolisme gula menjadi energi, akibatnya kadar gula darah meningkat (hiperglikemia) dan meningkatkan risiko terjadinya kegemukan (obesitas), dan Diabetes Melitus. Lebih jauh lagi, Diabetes yang tidak terkontrol juga turut mengganggu organ tubuh lain seperti jantung, ginjal, dan lain lain.
 
Pada 2021, International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa (umur 20 - 79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia, dan menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 kematian setiap 5 detik. IDF juga menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta, dengan prevalensi diabetes sebesar 10,6%.
 
Salah satu penyebab tingginya konsumsi gula berasal dari minuman kemasan, yang tidak kita sadari minuman kemasan tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi, dan bahkan melebihi rekomendasi anjuran konsumsi gula harian. Berdasarkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10% dari total energi (200 kkal). Konsumsi tersebut setara dengan gula 4 sendok makan per orang per hari atau 50 gram per orang per hari.
Sumber: http://p2ptm.kemkes.go.id/
Komitmen Super Indo untuk selalu bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya, juga diwujudkan dalam edukasi dan pemberian informasi yang berkaitan dengan gaya hidup dan konsumsi yang lebih seimbang dan sehat. Khususnya untuk informasi kandungan gula, Super Indo mengimplementasikan panduan indikator kandungan gula, yaitu pengelompokan produk yang dapat membantu konsumen untuk mengetahui kadar gula yang terdapat dalam suatu kategori produk (yang saat ini dimulai dari kategori minuman) melalui indikator warna pada rak display produk.

Lawrence Haddad

Executive Director of the Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN)

“Pola makan yang tidak sehat berkontribusi terhadap peningkatan obesitas dan kelebihan berat badan. Hal ini mengkhawatirkan di mana-mana, sehingga menghambat begitu banyak keluarga dan masyarakat untuk mencapai potensi mereka. Upaya Super Indo untuk memungkinkan pelanggan terutama anak muda agar memilih pola makan yang lebih baik agar dapat ditiru oleh setiap peritel. Kami bangga telah memberi masukan untuk kampanye Indikator Gula oleh Super Indo. Semoga inisiatif baik ini akan terus berlanjut."

dr. Esti Widiastuti, MScPH

Ketua Tim Kerja Penyakit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan

“Kami mengapresiasi Super Indo yang telah menginisiasi Indikator Gula Pada Minuman Kemasan untuk hidup lebih sehat dan seimbang. Hal ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku sehingga dan memberikan edukasi terkait batasan konsumsi gula. Dan tentunya memberikan pemahaman kepada masyarkat luas. Kami berharap apa yang telah dilakukan Super Indo menjadi tonggak penting untuk dapat diteruskan secara┬ákonsisten."

Pungkas Bahjuri Ali, S.TP, MS, Ph.D

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas

“Kami mengapresiasi Super Indo dengan pemberian informasi mengenai kadar gula dalam minuman kemasan yang dijual di seluruh gerai Super Indo. Upaya untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kandungan gula pada minuman kemasan merupakan salah satu upaya yang didorong kepada industri, kepada pelaku usaha termasuk retail untuk dapat mengedukasi sekaligus menyampaikan informasi dan pada akhirnya memberikan opsi kepada masyarakat untuk dapat memilih produk pangan yang lebih sehat."

Dr. Rimbawan,

Pakar Nutrisi dari IPB University

“Jika konsumen akan mengonsumsi minuman dalam kemasan, mereka harus lebih cermat dalam memilih alternatif minuman yang lebih sehat. Salah satu caranya adalah dengan menjadi konsumen yang cerdas dengan membaca informasi nilai gizi pada label kemasan pangan. Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh Super Indo untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan pengelompokan kandungan gula dalam setiap produk minuman dalam kemasan yang dipasang di rak dan label harga"
 
Pemberian indikator warna kandungan gula pada display produk-produk minuman yang dijual di Super Indo didasarkan pada informasi yang dicantumkan oleh produsen MBDK pada kemasannya. Indikator yang telah ditetapkan untuk setiap kandungan gula per 100 ml dikategorikan menjadi 4 warna meliputi: 1) Warna Kuning (kandungan gula ≤ 0,5 gr), 2) Warna Jingga Muda (kandungan gula 0,5 - 6 gr), 3) Warna Jingga (kandungan gula 6 - 12 gr), dan 4) Warna Jingga Tua (kandungan gula > 12 gr), sehingga dapat memberikan gambaran bahwa semakin gelap warnanya maka semakin tinggi kandungan gulanya. Parameter indikator tersebut dirumuskan berdasarkan rekomendasi asupan gula harian menurut WHO dan Kemenkes, serta regulasi BPOM No. 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan (khususnya poin klaim kandungan gula), juga regulasi BPOM No. 26 Tahun 2021 terkait Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan (khususnya persyaratan zat gizi gula Pilihan Lebih Sehat untuk minuman). Harapannya, panduan indikator kandungan gula ini dapat meningkatkan kesadaran konsumen untuk memilih produk yang lebih sehat (kandungan gula aman untuk kesehatan), dan juga mendorong produsen minuman untuk turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan asupan gula melalui produk-produk yang lebih sehat.
 
Yuk kurangi konsumsi gula berlebih pada minumanmu!