Login Form

Lupa Password?
Logo Super Indo

Sehat tanpa Diabetes

 

 

Diabetes adalah penyakit serius yang kasusnya meroket dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan orang di dunia didiagnosis terjangkit diabetes karena gaya hidup tidak sehat dan kurang berolahraga. Sebelum terlambat, berikut adalah 10 cara mencegah diabetes, seperti dilansir Times of India.

1. Tahu apa itu diabetes

Sebelum memulai tindakan pencegahan terhadap diabetes, sangat penting untuk mengetahui apa sebenarnya diabetes itu. Setelah Anda akrab dengan penyakit ini, Anda dapat memulai terapi pencegahan Anda dengan mudah.

2. Mengurangi porsi makan

Mengurangi porsi makan setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari diabetes.

3. Olahraga

Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas Anda terhadap insulin. Jadi, berolahragalah setiap hari selama minimal 30 menit untuk menjaga tingkat gula darah dalam rentang normal.

4. Menurunkan berat badan

Berat badan berlebih dapat menjadi memperbesar risiko seseorang terkena diabetes. Jadi, pastikan bahwa Anda dapat menurunkan berat badan dan menjaganya tetap normal.

5. Sarapan sangat penting

Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari. Hal itu membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

6. Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya.

7. Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

8. Makan banyak sayuran

Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari. Mereka akan membantu Anda mencegah diabetes.

9. Hindari stres

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan.

10. Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

 

Inilah sepuluh cara mencegah diabetes. Sebelum terlambat, Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini dan memulai gaya hidup sehat.

(sumber: www.merdeka.com)

 

Diabetes adalah salah satu penyakit yang dialami banyak orang. Sebagian besar kasus dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat. Mengambil langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan diabetes tidak berarti hidup menjadi serba terbatas. Sambil melakukan olahraga secara rutin, mengkonsumsi makanan yang tepat adalah kunci untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes.

 

Makanan pencegah diabetesAda beberapa makanan sehat yang bermanfaat dalam mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes. Umumnya makanan-makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah dan menyediakan nutrisi-nutrisi penting bagi tubuh. Beberapa makanan tersebut adalah :

1. Kacang-kacangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi kacang secara rutin diketahui mengalami penurunan risiko diabetes sebesar 21 persen. Jenis kacang-kacangan lainnya seperti walnut(semacam kenari), almond, atau kacang mete juga sama bermanfaatnya. Orang yang makan kacang-kacangan secara rutin juga memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya. Satu ons kacang dapat menyediakan sumber lemak sehat yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan serta bermanfaat dalam memanajemen rasa lapar.

2. Polong-polongan

Legum atau yang juga dikenal dengan polong-polongan juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi secangkir polong-polongan dapat membantu orang dengan diabetes tipe 2 untuk mengontrol gula darahnya serta mengurangi risiko akan penyakit jantung. Alasan mengapa polong-polongan seperti kacang polong, lentil, kacang kedelai, kacang merah, dan kacang hijau, sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita diabetes adalah karena indeks glikemiknya yang rendah. Selain itu, makanan-makanan tersebut kaya akan karbohidrat berkualitas tinggi, protein tanpa lemak, dan serat larut yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Oatmeal

Penderita diabetes bisa memiliki kesempatan yang lebih baik dalam mengontrol kadar gula darahnya dengan rutin sarapan oatmeal/havermut atau bubur gandum. Sejenis serat yang ditemukan dalam gandum yakni beta-glukan telah menunjukkan efek positif terhadap penderita diabetes. Oatmeal menawarkan serat larut yang dapat memperlambat penyerapan glukosa dari makanan di perut dan mengontrol gula darah

4. Sayuran hijau

Sayuran hijau terutama yang berdaun gelap diketahui dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Bayam, sawi, kale, brokoli, kubis, dan selada adalah makanan pembangkit tenaga namun rendah kalori dan karbohidrat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan setidaknya seporsi sayuran hijau setiap hari dapat mengurangi risiko diabetes sebanyak 14 persen.

5. Buah jeruk

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki diabetes cenderung memiliki kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh mereka, sehingga buah jeruk yang kaya akan vitamin C adalah salah satu pilihan makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Grapefruit, jeruk, lemon, dan limau memiliki sifat seperti insulin yang dapat mencegah diabetes tipe 2.

6. Putih telur

Telur adalah makanan yang baik untuk membentuk otot karena mengandung protein dengan kualitas yang tinggi. Mengkonsumsi telur, khususnya putih telur merupakan makanan yang sangat baik untuk mencegah diabetes tipe 2 karena kaya protein berkualitas tinggi dan rendah karbohidrat.

7. Yogurt rendah lemak

Yogurt yang rendah lemak dan gula juga merupakan salah satu makanan yang efektif dalam memperlambat atau mencegah kenaikan gula darah yang tidak sehat. Orang diabetes bisa menikmati yogurt rendah lemak sebagai camilan sehat yang dapat disantap ketika lapar.

8. Ikan

Penelitian mengatakan bahwa makan ikan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin karena mengandung asam lemak omega 3 yang tinggi. Ikan membantu menurunkan konsentrasi glukosa sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit diabetes. Selain itu, ikan adalah sumber protein rendah lemak. Penderita diabetes bisa memilih bermacam jenis ikan mulai dari lele, kod, nila, atau salmon. Kehadiran omega-3 dalam ikan-ikan tersebut juga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

9. Teh hijau

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis yang disebabkan oleh makanan berlemak, kurang olahraga, dan kurang makan buah, sayur, dan lemak baik, diketahui dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Terkait dengan masalah ini, minum teh hijau adalah solusi sederhana untuk mencegahnya. Teh hijau dikemas dengan flavonoid yang merupakan pelawan inflamasi dan dapat meningkatkan aktivitas insulin.

 

Makanan yang dapat mencegah dan mengendalikan diabetes tidak terbatas hanya pada 9 makanan di atas itu saja. Masih banyak makanan lainnya yang memiliki peran positif terkait penyakit diabetes. Anda bisa mengkonsultasikannya lebih lanjut dengan dokter. Semoga artikel ini bermanfaat.

(sumber: www.artikelkesehatan99.com)

 

 

Pantangan Makanan Penderita Diabetes merupakan sesuatu yang harus di hindari jika anda memang tidak ingin kadar gula anda melonjak naik dan sangat berbahaya bagi kesehatan, karena semakin kadar gula dalam darah anda tinggi maka semakin besar pula resiko untuk terkena penyakit diabetes/ kencing manis. di mana yang telah kita ketahui bersama bahwa penyakit diabetes ini merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa.

Maka dari itu anda perlu memperhatikan Pantangan Makanan Penderita Diabetes supaya anda terhindar dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi akibat kelebihan kadar gula dalam darah.

 

Berikut Beberapa Pantangan Makanan Penderita Diabetes

1. Sumber Karbohidrat Tinggi

Pantangan Makanan Penderita Diabetes yang pertama adalah makanan tinggi karbohidrat. Makanan ini merupakan oknum penyebab gula darah naik drastis. Oleh karena itu, konsumsinya harus sesuai dengan anjuran dokter. Makanan yang berkarbohidrat tinggi antara lain beras putih dan segala olahannya seperti nasi, bubur, dan lontong.

Gantilah makanan pokok tersebut dengan bahan lain yang kandungan karbohidratnya lebih rendah seperti beras merah, sereal, dan oatmeal. Kentang sudah dikenal sebagai pengganti nasi yang baik, selama pengolahannya tidak dengan cara digoreng. Namun tetap, porsinya harus sesuai dengan anjuran dokter.

2. Mie, Spagheti dan Roti

Mie, spagheti dan roti juga penyebab gula darah naik? Benar, alasannya makanan-makanan tersebut dibuat dari tepung gandum dan tepung beras yang telah kita ketahui bersama bahwa jenis tepung tersebut banyak mengandung karbohidrat yang akan berisiko meningkatkan kadar gula darah.

3. Buah dengan kadar gula tinggi

Buah pada dasarnya memiliki serat yang baik bagi kesehatan kita semua. Namun, untuk penderita diabetes, hal tersebut tidaklah berlaku secara umum. Ada beberapa buah yang perlu dihindari, karena kandungan gula darahnya yang tinggi dan itu tidak baik bagi penderita diabetes. Diantaranya yang tidak termasuk dalam Pantangan Makanan Penderita Diabetes ialah pisang, mangga, nangka dan durian. Buah – buah tersebut memang cukup menggiurkan, bukan ? namun mengingat akan dampak negatif yang ditimbulkan terhadap penderita diabetes, maka buah ini harus dihindarkan dari mereka, Tetapi, bukan berarti semua buah tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Buah yang memiliki kadar gula rendah seperti, jeruk, apel dan pir, insya Allah masih aman dikonsumsi oleh mereka.

4. Kafein dan Alkohol

Alkohol adalah minuman yang memperberat kinerja hati dan pankreas yang bertugas memproduksi hormon insulin. Hindari segala jenis minuman yang mengandung alkohol dan juga kafein. Dampak yang dibawa oleh kedua jenis minuman ini terhadap penyakit diabetes mellitus selalu buruk.

5. Makanan Berlemak

Makanan berlemak, makanan berminyak dan yang mengandung gula seringkali memberikan asupan kalori yang terlalu berlebihan. Sementara itu, kandungan nutrisinya malah lebih sedikit. Inilah yang menyebabkan mengapa penderita diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan tersebut, mengingat umumnya makanan tersebut menjadi pemicu obesitas dan seringkali memicu penyakit diabetes.

6. Olahraga terlalu berat

Pantangan Makanan Penderita Diabetes yang terakhir rupanya tidak terkait dengan makanan. Olahraga memang disarankan bagi penderita diabetes agar mereka dapat menjaga kestabilan gula darah mereka.

Namun mengingat kondisi fisik mereka yang lemah akibat kadar gula darah mereka, disarankan agar melakukan olahraga ringan dan tidak berlebihan. Jika tidak, ditakutkan tubuh akan mengalami dehidrasi dan itu hanya akan memperburuk kondisi kesehatan mereka.

(sumber: sobat-herbal.com)

 

Olahraga adalah hal yang tak bisa ditawar jika Anda menderita dibetes. Begitu menurut dr. Phaidon Toruan, MM dari klinik Jakarta Anti Aging Center. Pasalnya, olahraga bisa mengontrol berat badan. Ini sangat penting karena kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu faktor utama penyebab diabetes. Selain itu, olah raga juga bisa mengontrol kadar gula darah sehingga risiko komplikasi akibat diabetes bisa diminimalisasi. Manfaat lainnya, fungsi jantung lebih baik, aliran darah lancar, bobot tubuh yang berlebih pun turun. Namun penderita diabetes harus lebih berhati-hati dalam berolahraga.

 

Ikuti tujuh langkah berikut untuk menjamin diabetesi (penderita diabets) berolahraga secara aman:

  1. Periksa kadar gula darah lebih dulu -diabetesi dianjurkan memiliki alat pengukur kadar gula darah. Bila Anda pengguna insulin, berolahragalah setelah makan. Usahakan memeriksa kadar gula darah sebelum, selama, dan setelah olahraga. Jika kadar gula darah 220-240 mg/dl, kurangi porsi olahraga. Jika lebih dari 240, berhentilah. Jika diabetesi tapi bukan pengguna insulin, tetap cek kadar gula darah sebelum dan sesudah olahraga.
  2. Periksa denyut nadi sebelum olahraga. Denyut maksimal adalah 220 dikurangi usia (contoh: usia 40, denyut maksimal 180 kali/menit). Tapi yang harus dicari adalah denyut optimal yaitu 60-70 persen dari denyut maksimal.
  3. Bicarakan pada dokter Anda jenis olahraga yang sebaiknya dilakukan. Dan, pastikan instruktur mengetahui kondisi kesehatan Anda. Ada tiga macam olahraga: aerobik, peregangan, dan beban. Aerobik yang paling sederhana adalah jalan kaki, treadmill, dan naik sepeda. Bila Anda sulit berjalan, lakukan gerakan seperti orang bertinju. Peregangan yang dilakukan sebelum dan sesudah olahraga inti akan membuat tubuh lebih luntur dan tidak mudah cedera. Sedangkan latihan beban -misalnya dengan berdiri-jongkok atau mengangkat dumbel- akan memelihara massa otot sehingga meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Waktu olahraga ideal adalah 40-60 menit. Untuk pemula, cukup 20 menit.
  4. Waspada terhadap 'tanda-tanda bahaya' yang ditunjukkan oleh tubuh. Misalnya, bila Anda merasa pusing atau seperti akan pingsan, segera hentikan olahraga, lalu minum jus jeruk, soda non-diet, atau tablet glukosa. Reaksi insulin dapat timbul selama Anda berolahraga atau 12 jam yang mengikutinya.
  5. Minum banyak air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Dehidrasi dapat meningkatkan kadar gula darah.
  6. Pakai tanda pengenal yang menunjukkan Anda adalah diabetesi -terutama jika Anda berolahraga sendirian.
  7. Periksa kaki Anda setelah berolahraga. Bila ada luka dan tidak segera diobati, bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.

 

Olahraga yang tepat dan rutin ditambah pola makan yang sehat dan seimbang -termasuk diet Indeks Glikemiks- akan membuat produksi insulin terkontrol dan kadar gula darah stabil. Yang penting, kedua hal ini tidak hanya dilakukan sementara, tapi jadikanlah sebagai gaya hidup. Anda pun dapat menjalani hidup secara aktif dan optimis meskipun menderita diabetes.

(sumber: www.pesona.co.id)

Preview

Sehat tanpa Diabetes

 

 

Diabetes adalah penyakit serius yang kasusnya meroket dalam beberapa tahun terakhir. Jutaan orang di dunia didiagnosis terjangkit diabetes karena gaya hidup tidak sehat dan kurang berolahraga. Sebelum terlambat, berikut adalah 10 cara mencegah diabetes, seperti dilansir Times of India.

1. Tahu apa itu diabetes

Sebelum memulai tindakan pencegahan terhadap diabetes, sangat penting untuk mengetahui apa sebenarnya diabetes itu. Setelah Anda akrab dengan penyakit ini, Anda dapat memulai terapi pencegahan Anda dengan mudah.

2. Mengurangi porsi makan

Mengurangi porsi makan setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari diabetes.

3. Olahraga

Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas Anda terhadap insulin. Jadi, berolahragalah setiap hari selama minimal 30 menit untuk menjaga tingkat gula darah dalam rentang normal.

4. Menurunkan berat badan

Berat badan berlebih dapat menjadi memperbesar risiko seseorang terkena diabetes. Jadi, pastikan bahwa Anda dapat menurunkan berat badan dan menjaganya tetap normal.

5. Sarapan sangat penting

Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari. Hal itu membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

6. Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya.

7. Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

8. Makan banyak sayuran

Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari. Mereka akan membantu Anda mencegah diabetes.

9. Hindari stres

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan.

10. Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

 

Inilah sepuluh cara mencegah diabetes. Sebelum terlambat, Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini dan memulai gaya hidup sehat.

(sumber: www.merdeka.com)

 

Diabetes adalah salah satu penyakit yang dialami banyak orang. Sebagian besar kasus dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat. Mengambil langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan diabetes tidak berarti hidup menjadi serba terbatas. Sambil melakukan olahraga secara rutin, mengkonsumsi makanan yang tepat adalah kunci untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes.

 

Makanan pencegah diabetesAda beberapa makanan sehat yang bermanfaat dalam mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes. Umumnya makanan-makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah dan menyediakan nutrisi-nutrisi penting bagi tubuh. Beberapa makanan tersebut adalah :

1. Kacang-kacangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi kacang secara rutin diketahui mengalami penurunan risiko diabetes sebesar 21 persen. Jenis kacang-kacangan lainnya seperti walnut(semacam kenari), almond, atau kacang mete juga sama bermanfaatnya. Orang yang makan kacang-kacangan secara rutin juga memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya. Satu ons kacang dapat menyediakan sumber lemak sehat yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan serta bermanfaat dalam memanajemen rasa lapar.

2. Polong-polongan

Legum atau yang juga dikenal dengan polong-polongan juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi secangkir polong-polongan dapat membantu orang dengan diabetes tipe 2 untuk mengontrol gula darahnya serta mengurangi risiko akan penyakit jantung. Alasan mengapa polong-polongan seperti kacang polong, lentil, kacang kedelai, kacang merah, dan kacang hijau, sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita diabetes adalah karena indeks glikemiknya yang rendah. Selain itu, makanan-makanan tersebut kaya akan karbohidrat berkualitas tinggi, protein tanpa lemak, dan serat larut yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Oatmeal

Penderita diabetes bisa memiliki kesempatan yang lebih baik dalam mengontrol kadar gula darahnya dengan rutin sarapan oatmeal/havermut atau bubur gandum. Sejenis serat yang ditemukan dalam gandum yakni beta-glukan telah menunjukkan efek positif terhadap penderita diabetes. Oatmeal menawarkan serat larut yang dapat memperlambat penyerapan glukosa dari makanan di perut dan mengontrol gula darah

4. Sayuran hijau

Sayuran hijau terutama yang berdaun gelap diketahui dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Bayam, sawi, kale, brokoli, kubis, dan selada adalah makanan pembangkit tenaga namun rendah kalori dan karbohidrat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan setidaknya seporsi sayuran hijau setiap hari dapat mengurangi risiko diabetes sebanyak 14 persen.

5. Buah jeruk

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki diabetes cenderung memiliki kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh mereka, sehingga buah jeruk yang kaya akan vitamin C adalah salah satu pilihan makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Grapefruit, jeruk, lemon, dan limau memiliki sifat seperti insulin yang dapat mencegah diabetes tipe 2.

6. Putih telur

Telur adalah makanan yang baik untuk membentuk otot karena mengandung protein dengan kualitas yang tinggi. Mengkonsumsi telur, khususnya putih telur merupakan makanan yang sangat baik untuk mencegah diabetes tipe 2 karena kaya protein berkualitas tinggi dan rendah karbohidrat.

7. Yogurt rendah lemak

Yogurt yang rendah lemak dan gula juga merupakan salah satu makanan yang efektif dalam memperlambat atau mencegah kenaikan gula darah yang tidak sehat. Orang diabetes bisa menikmati yogurt rendah lemak sebagai camilan sehat yang dapat disantap ketika lapar.

8. Ikan

Penelitian mengatakan bahwa makan ikan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin karena mengandung asam lemak omega 3 yang tinggi. Ikan membantu menurunkan konsentrasi glukosa sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit diabetes. Selain itu, ikan adalah sumber protein rendah lemak. Penderita diabetes bisa memilih bermacam jenis ikan mulai dari lele, kod, nila, atau salmon. Kehadiran omega-3 dalam ikan-ikan tersebut juga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

9. Teh hijau

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis yang disebabkan oleh makanan berlemak, kurang olahraga, dan kurang makan buah, sayur, dan lemak baik, diketahui dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Terkait dengan masalah ini, minum teh hijau adalah solusi sederhana untuk mencegahnya. Teh hijau dikemas dengan flavonoid yang merupakan pelawan inflamasi dan dapat meningkatkan aktivitas insulin.

 

Makanan yang dapat mencegah dan mengendalikan diabetes tidak terbatas hanya pada 9 makanan di atas itu saja. Masih banyak makanan lainnya yang memiliki peran positif terkait penyakit diabetes. Anda bisa mengkonsultasikannya lebih lanjut dengan dokter. Semoga artikel ini bermanfaat.

(sumber: www.artikelkesehatan99.com)

 

 

Pantangan Makanan Penderita Diabetes merupakan sesuatu yang harus di hindari jika anda memang tidak ingin kadar gula anda melonjak naik dan sangat berbahaya bagi kesehatan, karena semakin kadar gula dalam darah anda tinggi maka semakin besar pula resiko untuk terkena penyakit diabetes/ kencing manis. di mana yang telah kita ketahui bersama bahwa penyakit diabetes ini merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa.

Maka dari itu anda perlu memperhatikan Pantangan Makanan Penderita Diabetes supaya anda terhindar dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi akibat kelebihan kadar gula dalam darah.

 

Berikut Beberapa Pantangan Makanan Penderita Diabetes

1. Sumber Karbohidrat Tinggi

Pantangan Makanan Penderita Diabetes yang pertama adalah makanan tinggi karbohidrat. Makanan ini merupakan oknum penyebab gula darah naik drastis. Oleh karena itu, konsumsinya harus sesuai dengan anjuran dokter. Makanan yang berkarbohidrat tinggi antara lain beras putih dan segala olahannya seperti nasi, bubur, dan lontong.

Gantilah makanan pokok tersebut dengan bahan lain yang kandungan karbohidratnya lebih rendah seperti beras merah, sereal, dan oatmeal. Kentang sudah dikenal sebagai pengganti nasi yang baik, selama pengolahannya tidak dengan cara digoreng. Namun tetap, porsinya harus sesuai dengan anjuran dokter.

2. Mie, Spagheti dan Roti

Mie, spagheti dan roti juga penyebab gula darah naik? Benar, alasannya makanan-makanan tersebut dibuat dari tepung gandum dan tepung beras yang telah kita ketahui bersama bahwa jenis tepung tersebut banyak mengandung karbohidrat yang akan berisiko meningkatkan kadar gula darah.

3. Buah dengan kadar gula tinggi

Buah pada dasarnya memiliki serat yang baik bagi kesehatan kita semua. Namun, untuk penderita diabetes, hal tersebut tidaklah berlaku secara umum. Ada beberapa buah yang perlu dihindari, karena kandungan gula darahnya yang tinggi dan itu tidak baik bagi penderita diabetes. Diantaranya yang tidak termasuk dalam Pantangan Makanan Penderita Diabetes ialah pisang, mangga, nangka dan durian. Buah – buah tersebut memang cukup menggiurkan, bukan ? namun mengingat akan dampak negatif yang ditimbulkan terhadap penderita diabetes, maka buah ini harus dihindarkan dari mereka, Tetapi, bukan berarti semua buah tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Buah yang memiliki kadar gula rendah seperti, jeruk, apel dan pir, insya Allah masih aman dikonsumsi oleh mereka.

4. Kafein dan Alkohol

Alkohol adalah minuman yang memperberat kinerja hati dan pankreas yang bertugas memproduksi hormon insulin. Hindari segala jenis minuman yang mengandung alkohol dan juga kafein. Dampak yang dibawa oleh kedua jenis minuman ini terhadap penyakit diabetes mellitus selalu buruk.

5. Makanan Berlemak

Makanan berlemak, makanan berminyak dan yang mengandung gula seringkali memberikan asupan kalori yang terlalu berlebihan. Sementara itu, kandungan nutrisinya malah lebih sedikit. Inilah yang menyebabkan mengapa penderita diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan tersebut, mengingat umumnya makanan tersebut menjadi pemicu obesitas dan seringkali memicu penyakit diabetes.

6. Olahraga terlalu berat

Pantangan Makanan Penderita Diabetes yang terakhir rupanya tidak terkait dengan makanan. Olahraga memang disarankan bagi penderita diabetes agar mereka dapat menjaga kestabilan gula darah mereka.

Namun mengingat kondisi fisik mereka yang lemah akibat kadar gula darah mereka, disarankan agar melakukan olahraga ringan dan tidak berlebihan. Jika tidak, ditakutkan tubuh akan mengalami dehidrasi dan itu hanya akan memperburuk kondisi kesehatan mereka.

(sumber: sobat-herbal.com)

 

Olahraga adalah hal yang tak bisa ditawar jika Anda menderita dibetes. Begitu menurut dr. Phaidon Toruan, MM dari klinik Jakarta Anti Aging Center. Pasalnya, olahraga bisa mengontrol berat badan. Ini sangat penting karena kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu faktor utama penyebab diabetes. Selain itu, olah raga juga bisa mengontrol kadar gula darah sehingga risiko komplikasi akibat diabetes bisa diminimalisasi. Manfaat lainnya, fungsi jantung lebih baik, aliran darah lancar, bobot tubuh yang berlebih pun turun. Namun penderita diabetes harus lebih berhati-hati dalam berolahraga.

 

Ikuti tujuh langkah berikut untuk menjamin diabetesi (penderita diabets) berolahraga secara aman:

  1. Periksa kadar gula darah lebih dulu -diabetesi dianjurkan memiliki alat pengukur kadar gula darah. Bila Anda pengguna insulin, berolahragalah setelah makan. Usahakan memeriksa kadar gula darah sebelum, selama, dan setelah olahraga. Jika kadar gula darah 220-240 mg/dl, kurangi porsi olahraga. Jika lebih dari 240, berhentilah. Jika diabetesi tapi bukan pengguna insulin, tetap cek kadar gula darah sebelum dan sesudah olahraga.
  2. Periksa denyut nadi sebelum olahraga. Denyut maksimal adalah 220 dikurangi usia (contoh: usia 40, denyut maksimal 180 kali/menit). Tapi yang harus dicari adalah denyut optimal yaitu 60-70 persen dari denyut maksimal.
  3. Bicarakan pada dokter Anda jenis olahraga yang sebaiknya dilakukan. Dan, pastikan instruktur mengetahui kondisi kesehatan Anda. Ada tiga macam olahraga: aerobik, peregangan, dan beban. Aerobik yang paling sederhana adalah jalan kaki, treadmill, dan naik sepeda. Bila Anda sulit berjalan, lakukan gerakan seperti orang bertinju. Peregangan yang dilakukan sebelum dan sesudah olahraga inti akan membuat tubuh lebih luntur dan tidak mudah cedera. Sedangkan latihan beban -misalnya dengan berdiri-jongkok atau mengangkat dumbel- akan memelihara massa otot sehingga meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Waktu olahraga ideal adalah 40-60 menit. Untuk pemula, cukup 20 menit.
  4. Waspada terhadap 'tanda-tanda bahaya' yang ditunjukkan oleh tubuh. Misalnya, bila Anda merasa pusing atau seperti akan pingsan, segera hentikan olahraga, lalu minum jus jeruk, soda non-diet, atau tablet glukosa. Reaksi insulin dapat timbul selama Anda berolahraga atau 12 jam yang mengikutinya.
  5. Minum banyak air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Dehidrasi dapat meningkatkan kadar gula darah.
  6. Pakai tanda pengenal yang menunjukkan Anda adalah diabetesi -terutama jika Anda berolahraga sendirian.
  7. Periksa kaki Anda setelah berolahraga. Bila ada luka dan tidak segera diobati, bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.

 

Olahraga yang tepat dan rutin ditambah pola makan yang sehat dan seimbang -termasuk diet Indeks Glikemiks- akan membuat produksi insulin terkontrol dan kadar gula darah stabil. Yang penting, kedua hal ini tidak hanya dilakukan sementara, tapi jadikanlah sebagai gaya hidup. Anda pun dapat menjalani hidup secara aktif dan optimis meskipun menderita diabetes.

(sumber: www.pesona.co.id)


Info Sehat Lainnya