Login Form

Lupa Password?
Logo Super Indo

Khasiat & manfaat makanan organik

 

Makanan organik adalah makanan yang dikembangkan/ diproduksi secara alami, tanpa obat-obatan, tanpa rekayasa genetika, tanpa hormon pertumbuhan, tanpa antibiotik, tanpa vaksinasi, dll. Pada intinya, makanan organik adalah makanan yang diproduksi secara alami, kembali lagi pada apa yang telah dilakukan nenek moyang kita ratusan tahun lalu. Namun makanan yang diproduksi dengan cara ini tidaklah mudah, sehingga hasil produksinya terbatas dan harganya tentu jauh lebih mahal. Lalu benarkah makanan organik lebih baik dan sehat daripada makanan konvensional atau non-organik?

 

  • Perbedaan utama antara makanan organik dan makanan non-organik Menurut Mayo Clinic adalah
  • Pupuk kimia digunakan pada kebanyakan makanan produksi konvensional untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, sedangkan tanaman organik hanya menggunakan pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos.
  • Tanaman pangan pada umumnya disemprot dengan insektisida sintetis, tetapi makanan organik menggunakan metode alami untuk mengatasi masalah hama dan serangga.
  • Produk konvensional menggunakan herbisida untuk mengatasi masalah gulma, sementara organik menggunakan tanaman lain, mengolah tanah, penyiangan, merotasi tanaman, dll untuk mematikan atau mengendalikan gulma.
  • Ternak pada umumnya menggunakan antibiotik, hormon pertumbuhan, dan obat-obatan untuk mencegah penyakit dan memacu pertumbuhan hewan ternak. Sementara ternak organik hanya menerima pakan organik dan hanya menggunakan langkah-langkah pencegahan untuk membantu meminimalkan penyakit.

 

1. Lebih sedikit mengandung peptisida.

Peptisida adalah bahan kimia seperti fungisida, herbisida, dan inseksida. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam pertanian konvensional dan residu, akan tetap menempel pada makanan yang kita makan. Sisa peptisida ini bahkan tidak bisa hilang dengan proses mencuci, karena bisa terserap oleh akar dan mengendap di dalam tumbuhan. Residu peptisida ini merupakan neurotoksin yang meracuni syaraf. Karena terbebas dari bahan kimia, tanaman pangan organik pasti lebih sehat dalam jangka panjang.

2. Lebih segar dan bertahan lama

Makanan organik biasanya lebih segar dan lebih lezat saat dimakan. Makanan yang dibudidayakan secara alami ini juga bisa bertahan lebih lama, sehingga sekaligus meminimalisi penggunaan bahan pengawet.

3. Lebih bergizi

Selain rasanga lebih lezat, makanan organik menurut penelitian juga lebih tinggi jumlah nutrisinya. Misalnya daging organik sedikit mengandung lemak jenuh dan lebih banyak adalah lemak sehat.

4. Tidak memgandung antibiotik

Hewan organik tidak diberikan antibiotik, hormon pertumbuhan atau makanan buatan dari bahan sampingan / limbah. Penggunaan antibiotik dalam produksi hewan ternak perdaging akan menciptakan strain bakteri baru yang resisten terhadap antibitik. Hal ini berarti bahwa ketika seseorang jatuh sakit karena strain  ini, maka ia akan kurang mersepon terhadap pengobatan antibiotik.

5. Mencegah risiko gangguan kesehatan

Sejauh ini makanan organik, berarti tidak ada pengawet, zat aditif atau penguat rasa. Sehingga tidak akan ada risiko gangguan kesehatan yang dapat diakibatkan zat-zat berbahaya seperti itu.

6. Bebas modifikasi genetik

Makanan organik tidak dimodifikasi secara genetik. Makanan non-organik kini semakin di modifikasi , sehingga dapat memberikan konsekuensi negatif bagi kondisi kesehatan.

Sumber: www.carakhasiatmanfaat.com

Preview

Khasiat & manfaat makanan organik

 

Makanan organik adalah makanan yang dikembangkan/ diproduksi secara alami, tanpa obat-obatan, tanpa rekayasa genetika, tanpa hormon pertumbuhan, tanpa antibiotik, tanpa vaksinasi, dll. Pada intinya, makanan organik adalah makanan yang diproduksi secara alami, kembali lagi pada apa yang telah dilakukan nenek moyang kita ratusan tahun lalu. Namun makanan yang diproduksi dengan cara ini tidaklah mudah, sehingga hasil produksinya terbatas dan harganya tentu jauh lebih mahal. Lalu benarkah makanan organik lebih baik dan sehat daripada makanan konvensional atau non-organik?

 

  • Perbedaan utama antara makanan organik dan makanan non-organik Menurut Mayo Clinic adalah
  • Pupuk kimia digunakan pada kebanyakan makanan produksi konvensional untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, sedangkan tanaman organik hanya menggunakan pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos.
  • Tanaman pangan pada umumnya disemprot dengan insektisida sintetis, tetapi makanan organik menggunakan metode alami untuk mengatasi masalah hama dan serangga.
  • Produk konvensional menggunakan herbisida untuk mengatasi masalah gulma, sementara organik menggunakan tanaman lain, mengolah tanah, penyiangan, merotasi tanaman, dll untuk mematikan atau mengendalikan gulma.
  • Ternak pada umumnya menggunakan antibiotik, hormon pertumbuhan, dan obat-obatan untuk mencegah penyakit dan memacu pertumbuhan hewan ternak. Sementara ternak organik hanya menerima pakan organik dan hanya menggunakan langkah-langkah pencegahan untuk membantu meminimalkan penyakit.

 

1. Lebih sedikit mengandung peptisida.

Peptisida adalah bahan kimia seperti fungisida, herbisida, dan inseksida. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam pertanian konvensional dan residu, akan tetap menempel pada makanan yang kita makan. Sisa peptisida ini bahkan tidak bisa hilang dengan proses mencuci, karena bisa terserap oleh akar dan mengendap di dalam tumbuhan. Residu peptisida ini merupakan neurotoksin yang meracuni syaraf. Karena terbebas dari bahan kimia, tanaman pangan organik pasti lebih sehat dalam jangka panjang.

2. Lebih segar dan bertahan lama

Makanan organik biasanya lebih segar dan lebih lezat saat dimakan. Makanan yang dibudidayakan secara alami ini juga bisa bertahan lebih lama, sehingga sekaligus meminimalisi penggunaan bahan pengawet.

3. Lebih bergizi

Selain rasanga lebih lezat, makanan organik menurut penelitian juga lebih tinggi jumlah nutrisinya. Misalnya daging organik sedikit mengandung lemak jenuh dan lebih banyak adalah lemak sehat.

4. Tidak memgandung antibiotik

Hewan organik tidak diberikan antibiotik, hormon pertumbuhan atau makanan buatan dari bahan sampingan / limbah. Penggunaan antibiotik dalam produksi hewan ternak perdaging akan menciptakan strain bakteri baru yang resisten terhadap antibitik. Hal ini berarti bahwa ketika seseorang jatuh sakit karena strain  ini, maka ia akan kurang mersepon terhadap pengobatan antibiotik.

5. Mencegah risiko gangguan kesehatan

Sejauh ini makanan organik, berarti tidak ada pengawet, zat aditif atau penguat rasa. Sehingga tidak akan ada risiko gangguan kesehatan yang dapat diakibatkan zat-zat berbahaya seperti itu.

6. Bebas modifikasi genetik

Makanan organik tidak dimodifikasi secara genetik. Makanan non-organik kini semakin di modifikasi , sehingga dapat memberikan konsekuensi negatif bagi kondisi kesehatan.

Sumber: www.carakhasiatmanfaat.com


Info Sehat Lainnya